Sejarah Sekolah
Dari Cultuur School di tahun 1877 sampai SMKN Pertanian Karawang, inilah perjalanan pendidikan pertanian yang membentuk sekolah kita.

Garis waktu
Peristiwa yang ditandai emas adalah tonggak sekolah kita di Karawang.
-
1877
Cultuur School
Pendidikan formal pertanian di Indonesia dimulai dengan berdirinya Cultuur School. Sekolah ini hanya berjalan sampai tahun 1884.
-
1903
Land en Tuinbouw Cursus
Kursus pertanian dan kebun dibuka, lalu ditingkatkan menjadi Middelbare Landbouw School (MLS) di Bogor pada tahun 1913.
-
1942
Masa pendudukan Jepang
MLS berganti nama menjadi Sekolah Pertanian Menengah Tinggi (SPMT) dan bertahan sampai awal kemerdekaan.
-
1950
Sekolah Pertanian Menengah Atas
SPMT menjadi Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA). Pada 1945–1950 berdiri pula SPMT di Yogyakarta, Padang, dan Ujung Pandang. Sampai tahun 1970-an berdiri 11 SPMA Negeri.
-
1965
SPMA Daerah Karawang
Jawatan Pertanian Karawang mendirikan Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Daerah Karawang. Inilah awal mula sekolah kita.
-
1975
Sekolah Pertanian Pembangunan
Berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 136/Kpts/4/1975, unit pendidikan pertanian dibina oleh Badan Diklatluh Pertanian. SPMA, SUPM, dan SNAKMA berganti corak menjadi Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP). Sampai 1989 terdapat 30 SPP Negeri, 85 SPP Daerah, dan 107 SPP Swasta di seluruh Indonesia.
-
2011
SMKN Pertanian Karawang
Sejalan dengan UU Sistem Pendidikan Nasional, SK Bupati Karawang Nomor 421.3/Kep.1024-Huk/2011 tanggal 30 Desember 2011 mengubah SPP-SPMA Karawang menjadi SMKN Pertanian Karawang. Kewenangan penyelenggaraan berpindah dari Kementerian Pertanian ke Kementerian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Karawang.
Rumpun pendidikan pertanian lainnya
Selain sekolah pertanian umum, pendidikan kehutanan, perikanan, dan peternakan tumbuh dengan jalurnya masing-masing.
Kehutanan
Sampai 1938, siswa MLS Bogor mendapat ilmu kehutanan di tahun ketiga bagi calon pegawai Jawatan Kehutanan. Sejak 1938 berdiri Sekolah Kehutanan Menengah (MBS) di Madiun, yang pada 1944 menjadi SKMT dan akhirnya SKMA. SKMA Bogor (1945–1950) ditutup tahun 1981 dan dijadikan Balai Latihan Kehutanan. Pada 1981 didirikan SKMA di Samarinda dan Kadipaten, dan pada 1984 seluruh SKMA dialihkan ke Departemen Kehutanan.
Perikanan
Pada masa pendudukan Jepang, pendidikan formal perikanan laut dibuka di Tegal, cikal bakal SUPM Penangkapan Ikan dan Mesin Perikanan. Tahun 1958 berdiri Sekolah Perikanan Darat Menengah Atas (SPDMA) di Bogor, yang sebelumnya diawali Sekolah Usaha Perikanan Darat di Lampung. Pada 1972 SPDMA berganti nama menjadi SUPM Budidaya.
Peternakan
Pendidikan peternakan tingkat menengah diawali di Yogyakarta tahun 1952 dengan nama Sekolah Kehewanan Menengah Atas (SKMA), lalu pindah ke Malang pada 1953. Tahun 1954 berdiri Sekolah Pengamat Kehewanan (SPK) setingkat SLTP di Bogor. Selanjutnya SKMA di Malang dan Bogor berganti nama menjadi Sekolah Peternakan Menengah Atas (SNAKMA).